Minggu, 11 Maret 2012

ganjaran bagi satu dirham

MEMBERI SATU DIRHAM LALU ALLAH MEMBERINYA SERATUS DUA
PULUH RIBU DIRHAM

Dari Al-Fudhail bin 'Iyadh ia berkata, seorang laki-laki menceritakan
kepadaku: "Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia
menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua
orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepala kawannya. Ia lalu
bertanya, 'Ada apa?' Orang pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar
karena uang satu dirham. Maka, ia berikan uang satu dirham kepada
kedua-nya,
dan ia pun tak memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi.
Sang
isteri lalu mengumpulkan beberapa perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun
berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak
laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan
yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, 'Engkau membawa
sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah Anda
mau menukarnya dengan barang (daganganku)?' Ia pun mengiakan. Ikan itu pun
dibawanya pulang.

Kepada isterinya ia berkata, 'Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini,
kita hampir tak berdaya karena lapar!' Maka sang isteri segera mengurus
ikan tersebut. Lalu dibelahnya perut ikan tersebut. Tiba-tiba sebuah
mutiara keluar dari perut ikan tersebut.

Wanita itu pun berkata gembira, 'Suamiku, dari perut ikan ini keluar
sesuatu
yang lebih kecil daripada telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara'.

Suaminya berkata, 'Perlihatkanlah kepadaku!' Maka ia melihat sesuatu yang
tak pernah dilihatnya sepanjang hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya
berdebar. Ia lalu berkata kepada isterinya, 'Saya kira ini adalah mutiara!'

Sang isteri menyahut, 'Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?' 'Tidak,
tetapi aku mengetahui siapa orang yang pintar dalam hal ini', jawab
suaminya. Ia lalu mengambil mutiara itu. Ia segera pergi ke tempat para
penjual mutiara. Ia menghampiri kawannya yang ahli di bidang mutiara. Ia
mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menjawab salamnya.

Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan sesuatu sebesar
telur burung dara. 'Tahukah Anda, berapa nilai ini?', ia bertanya. Kawannya
memperhatikan barang itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, 'Aku
menghargainya 40 ribu. Jika Anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang
juga kepadamu. Tapi jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah
kepada si fulan, dia akan memberimu harga lebih tinggi dariku'.

Maka ia pun pergi kepadanya. Orang itu memperhatikan barang tersebut dan
mengakui keelokannya. Ia kemudian berkata, 'Aku hargai barang itu 80 ribu.
Jika Anda menginginkan harga lebih tinggi, pergilah kepada si fulan, saya
kira dia akan memberi harga lebih tinggi dariku'.

Segera ia bergegas menuju kepadanya. Orang itu berkata, 'Aku hargai barang
itu 120 ribu. Dan saya kira, tidak ada orang yang berani menambah sedikit
pun dari harga itu!' 'Ya', ia pun setuju. Lalu harta itu ditimbangnya. Maka
pada hari itu, ia membawa dua belas kantung uang. Pada masing-masingnya
terdapat 10.000 dirham. Uang itu pun ia bawa ke rumahnya untuk disimpan.

Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia
berkata, 'Saya punya kisah, karena itu masuklah!' Orang itu pun masuk. Ia
berkata, 'Ambillah separuh dari hartaku ini. Maka, orang fakir itu
mengambil
enam kantung uang dan dibawanya. Setelah agak menjauh, ia kembali lagi
seraya berkata, 'Sebenarnya aku bukanlah orang miskin atau fakir, tetapi
Allah Ta'ala telah mengutusku kepadamu, yakni Dzat yang telah mengganti
satu
dirhammu dengan 20 qirath. Dan ini yang diberikanNya kepadamu adalah baru
satu qirath daripadanya, dan Dia menyimpan untukmu 19 qirath yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar